Selasa, 20 November 2012

Allamungan Batu Ri Luyo


Allamungan Batu Ri Luyo



Allamungan Batu Ri Luyo
Di sebuah daerah Kabupaten Polewali Mandar tepatnya di Desa Luyo Kecamatan Luyo, pada sekitar abad ke-18 Masehi, dilaksanakan sebuah pertemuan resmi antara semua kerajaan yang ada di Pitu Ulunna Salu (PUS) dan Pitu Baqbana Binanga (PBB). Pertemuan ini merupakan pertemuan terakhir antar kerajaan-kerajaan di Mandar sampai masuknya Belanda (1904 M) ke tanah Mandar, dengan tujuan utamanya untuk mempertegas kembali hasil kesepakatan yang diambil sebelumnya antara PUS dan PBB.
Tapi yang paling penting dalam sejarah Mandar dari pertemuan ini adalah lahirnya kesepakatan untuk mempertegas konsekuensi persatuan Pitu Ulunna Salu dan Pitu Babana Binanga dalam satu kesatuan budaya dan suku dengan sebutan Mandar (Passemandarang)
Adapun isi Kesepakatan Allamungan Batu Ri Luyo ini, yaitu :
Taqlemi manurunna peneneang upassambolu-bulo anaq appona di Pitu Ulunna Salu Pitu Baqbana Binanga, nasaqbiq dewata diaya dewata dikanang dewata dikiri dewata diolo dewata diwoeq, menjarimi Passemandarang.

Tannisapaq tanni atoning, maq-allonang mesa melatte samballa, siluang sambu-sambu sirondong langiq-langiq, tassi pande peoqdong, tassi padzundu pelango, tassi pelei dipanra tassi aluppei diapiangang.

Sipatuppu di adaq sipalete dirapang, Adaq Tuho di Pitu Ulunna Salu, Adaq Mate dimuane Adaqna Pitu Baqbana Binanga.

Saputangang di Pitu Ulunna Salu, simbolong di Pitu Baqbana Binanga.

Pitu Ulunna Salu memata disawa, Pitu Baqbana Binanga memata dimangiwang.

Sisaraq pai mata malotong anna mata mapute anna sisara Pitu Ulunna Salu Pitu Babana Binanga.

Moaq diang tomangipi mangidzang membattangang tommuane namappasisara Pitu Ulunna Salu Pitu Babana Binanga, sirumungngi anna musesseq-i, pasungi anaqna anna mumanusangi di uwai tamembaliq.
Artrinya :
Jelaslah garis keturunan menyatukan anak cucu di Pitu Ulunna Salu Pitu Babana Binanga, disaksikan penguasa di langit, pengusa di bumi, penguasa di utara, penguasa di selatan,  penguasa di timur,  penguasa di barat, jadilah Mandar bersatu.

Tak berjarak tak berbatas, sebantal bersama dalam selembar tikar, saling memakaikan kain, menggelar tudung bersama, bersaji nasi lunak, tanpa ada minuman pahit, susah senang dipikul bersama.

Menjunjung tinggi adat, memegang teguh petitih,
prinsip hidup bersama (hukum hidup) di Pitu Ulunna Salu,
prinsip mati mulia (hukum mati) di Pitu Baqbana Binanga (Balanipa).

Ikat Kepala (destar) di Pitu Ulunna Salu, sanggul rambut di Pitu Baqbana Binanga.

Bagai ular piton menjaga sarannya itulah Pitu Ulunna Salu, bagai hiu yang mengitari lautan itulah Pitu Baqbana Binanga.

Bagai biji mata, hitam dan putihnya yang tak akan berpisah seperti itulah Pitu Ulunna Salu Pitu Baqbana Binanga.

Bila ada seorang (perempuan) bermimpi mengandung bayi laki-laki yang akan memisahkan Pitu Ulunna Salu dengan Pitu Baqbana Binanga, segera belah perutnya dan keluarkan bayi yang dikandungnya lalu hanyutkan di air tak kembali.
Dari hasil kesepakatan inilah kata Mandar yang sebelumnya tenggelam tergantikan nama Pitu Ulunna Salu ataupun Pitu Babana Binanga kembali dikenal bahkan menjadi kata yang dipakai untuk seluruh wilayah dari PUS-PBB yang merupakan Propinsi Sulawesi Barat saat ini.

Berikut trailer sebuah film Dokumenter tentang Allamungan Batu Ri Luyo.
Apabila anda ingin mendownload video ini, gunakan aplikasi Internet Download Manager versi 6 atau diatasnya.
Download Internet_Download_Manager.zi
p

“Baca Juga Artikel Terkait Yang Lebih Keren Di Muh abdillah Blog”

0 komentar:

Blogger Template by Clairvo