Kamis, 29 November 2012

PERANCANGAN SISTEM DATABASE


1. PERANCANGAN DATABASE
Perancangan Database adalah proses untuk menentukan isi danpengaturan data yang dibutuhkan untuk mendukung berbagairancangan sistem.
Perancangan sistem terjadi pada dua tingkat , yaitu :
Pada tingkat pertama, perencanaan sistem, analisis dan rancanganumum dilaksanakan untuk menetapkan kebutuhan pemakai.Tingkatperancangan database ini melibatkan tahap front-end, bebas dariperancangan database tertentu atau Database Management System(DBMS).
Pada tingkat kedua, rancangan umum, seperti diagram entitas relasitingkat tinggi, ditransformasikan (atau didekomposisikan) ke dalamperancangan database rinci untuk sebuah DBMS tertentu yang akan digunakan untuk mengimplementasikan sistem total.
Tiga model database yang cukup dikenal adalah :
§ Model Hierarkikal
§ Model Jaringan
§ Model Relasional
Pada masa lalu banyak penjual (vendors) menawarkan Database Management Systems (DBMS) yang berdasarkan pada Model Hierarkikal dan Model Jaringan. Saat ini Model Relasional adalahdominan. Karena itu hampir semua penjual perangkat lunak databasemenawarkan produk perangkat lunak Relational Database ManagementSystems (RDBMS).
RDBMS dibuat dengan struktur tiga skema, Struktur lapisan inimendefinisikan data perusahaan pada tingkat yang berbeda.
Skema Eksternal mendefinisikan bagaimana pemakai mengakses danmelihat output dari RDBMS, bebas dari bagaimana data disimpan ataudiakses secara fisik. Akses dan manipulasi seperti ini dilaksanakan olehpemakai dengan memperkerjakan bahasa prosedural, seperti COBOLatau bahasa query, seperti Structured Query Language (SQL), bahasastandar yang diakui untuk RDBMS.
Skema Konseptual yang mendefinisikan model database relasional terdiridari sekumpulan tabel yang dinormalisasi. Skema konseptualadalahrancangan dari database yang merupakan subyek utama daribab ini.
Skema Internal terdiri dari organisasi fisik dari data (mis. sekuensial,indeks sekuensial, langsung) dalam hal struktur fisik data danmetodemetodepengaksesan dari sistem operasi komputer.
APAKAH DATABASE RELASIONAL ITU ?
Model relasional berdasarkan teori himpunan matematik. Struktur didefinisikan dengan Tabel. Dalam istilah matematika, tabel disebutsebagai Relasi. Profesional sistem sering menggunakan istilah“tabel”dan “relasi” secara bergantian.
Tiap tabel dalam model relasional dikomposisikan dari baris dan kolom.Kolom disebut Atribut. Nilai untuk sebuah atribut harus dipilih darisekelompok nilai yang dinamakan Domain. Karena banyak kolom dalamtabel yang sama dapat diidentifikasikan atas domain yang sama, makanama atribut didefinisikan untuk tiap kolom. Tiap nama atribut dalamsebuah relasi harus unik. Urutan kiri ke kanan dari kolom tidak penting.Urutan dari baris juga tidak penting. Perpotongan dari suatu baris dan kolom berisi sebuah nilai tunggal.
Sifat-sifat Tabel :
1. Duplikasi baris tidak diperbolehkan. Untuk melaksanakan sifat ini,harus terdapat paling sedikit satu atribut atau kombinasi beberapa atribut yang mengidentifikasi secara unik tiap baris dari tabel. Atributatau kombinasi beberapa atribut yang melaksanakan tugas inidisebut Kunci Primer (Primary Key). Contoh : Nomor_Mahasiswa,adalah kunci primer yang mengidentifikasi tiap mahasiswa secara unik.
2. Database relasional adalah nilai Primary Key tidak boleh mempunyai duplikat atau NIL (NULL, yaitu nilai tidak diketahui).
3. Keterhubungan (relationship) antara dua tabel. Jika Tabel R2mempunyai sebuah Kunci Asing (Foreign Key) yang cocok dengankunci primer dari Tabel R1, maka untuk setiap nilai Foreign Keyharus terdapat sebuah nilai kecocokan dari Primery Key, atau nilaiForeign Key harus nil.
Menggunakan Structures Query Language (SQL)
SQL adalah bahasa standar database yang digunakan untuk query,manipulasi dan memperbarui RDBMS. Karena semakin banyakorganisasi yang memutuskan untuk mengkonsolidasikan databasemereka ke dalam sistem seluas usaha, pengetahuan mengenai SQL akan menjadi kebutuhan untuk para perancang database.
2. ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM (ERD)
Model Entity Relationship
Adalah suatu penyajian data dengan menggunakan Entity dan Relationship.
Entity
§ Entity adalah obyek yang dapat dibedakan dalam dunia nyata
§ Entity set adalah kumpulan dari entity yang sejenis
§ Entity set dapat berupa :
- Obyek secara fisik : Rumah, Kendaraan, Peralatan
- Obyek secara konsep : Pekerjaan , Perusahaan, Rencana
Relationship
§ Relationship adalah hubungan yang terjadi antara satu atau lebih entity.
§ Relationship set adalah kumpulan relationship yang sejenis.
Atribut
§ Atribut adalah karakteristik dari entity atau relationship, yangmenyediakan penjelasan detail tentang entity atau relationshiptersebut.
§ Nilai Atribut merupakan suatu data aktual atau informasi yangdisimpan pada suatu atribut di dalam suatu entity atau relationship.
Jenis-jenis atribut :
§ Key
Atribut yang digunakan untuk menentukan suatu entity secara unik.
§ Atribut Simple
Atribut yang bernilai tunggal.
§ Atribut Multivalue
Atribut yang memiliki sekelompok nilai untuk setiap instan entity.
§ Atribut Composite
Suatu atribut yang terdiri dari beberapa atribut yang lebih kecil yang mempunyai arti tertentu.
§ Atribut Derivatif
Suatu atribut yang dihasilkan dari atribut yang lain.
Derajat dari relationship
Menjelaskan jumlah entity yang berpartisipasi dalam suatu relationship
Unary Degree (Derjat Satu)
Binary Degree (Derajat Dua)
Ternary Degree (Derajat Tiga)
Cardinality Ratio Constraint
§ Menjelaskan batasan jumlah keterhubungan satu entity dengan entitylainnya.
§ Jenis Cardinality Ratio
1 : 1 (One-To-One)
Sebuah entity A diasosiasikan pada sebuah entity B, dan sebuah entityB diasosiasikan dengan paling banyak sebuah entity A.
Pegawai Milik Kendaraan
1 : N (One-To-Many)
Sebuah entity A diasosiasikan dengan sejumlah entity B, tetapi entity Bdapat diasosiasikan paling banyak satu entity A.
Pegawai Kerja Departemen
N : 1 (Many-To-One)
Suatu entity A dapat diasosiasikan dengan paling banyak sebuah entityB, tetapi entity B dapat diasosiasikan dengan sejumlah entity di A.
M : N (Many-To-Many)
Suatu entity A dapat diasosiasikan dengan sejumlah entity B dan entityB dapat diasosiasikan dengan sejumlah entity di A.
Pegawai Kerja Proyek
Participation Constraint
Menjelaskan apakah keberadaan suatu entity tergantung padahubungannya dengan entity lain .
Terdapat 2 macam Participation Constraint :
Total Participation
Keberadaan suatu entity tergantung pada hubungannya dengan entity lain.
Partial Participation
Keberadaan suatu entity tidak tergantung pada hubungannya dengan entity lain.
Weak Entity
§ Weak Entity adalah suatu Entity dimana keberadaan dari entity tersebut tergantung dari keberadaan entity lain.
§ Entity yang merupakan induknya disebut Identifying Owner dan relationshipnya disebut Identifying Relationship.
§ Weak Entity selalu mempunyai Total Participation constraint dengan Identifying Owner.
Simbol-simbol ER-Diagram
Transformasi dari ERD ke Database Relasional
1. Setiap tipe Entity dibuat suatu relasi yang memuat semua atribut simple, sedangkan untuk atribut composite hanya dimuat komponenkomponennya saja.
PEGAWAI (NOPEG, ALM1, KDPOS, …….)
2. Setiap relasi yang mempunyai atribut multivalue, buatlah relasi barudimana Primary Keynyamerupakan gabungan dari Primary Key darirelasi tersebut dengan atribut multivalue.
LOKPR(NOPRO, LOKASI)
3. Setiap Unary Relationship 1:N, pada relasi perlu ditambahkan suatu foreign key yang menunjuk ke nilai primary keynya.
PEGAWAI (NOPEG, ….., SUPERVISOR-ID)
4. Setiap Unary Relationship M:N, buatlah relasi baru dimanaprimary keynya merupakan gabungan dari dua atribut dimanakeduanya menunjuk ke primary key relasi awal dengan penamaan yang berbeda.
KOMBAR (NOBAR, NOKOMP , JUMLAH)
5. Setiap Binary Relationship 1:1, dimana Participation Constraintkeduanya total, buatlah suatu relasi gabungan dimana Primary Keynya dapat dipilih salah satu.
PEGAWAI (NOPEG, … , NOPRO, …).
6. Setiap Binary Relationship 1:1 dan salah satu ParticipationConstraintnya Total, maka Primary Key pada relasi yang Participation Constraintnya Partial menjadi Foreign Key pada relasi yang lainnya.
BAGIAN (NOBAG, … , MANAGER)
7. Setiap Binary Relationship 1:1, dimana kedua Participation Constraintnya partial, maka selain kedua relasi perlu dibuat relasi baru yang berisi Primary Key gabungan dari Primary Key kedua tipe Entity yang berelasi.
PEKERJAAN ( NOPEG, NOPRO, …)
8. Setiap Binary Relationship 1 : N, dimana tipe Entity yang bersisi N mempunyai Participation Constraint Total, maka Primary Key pada relasi yang bersisi 1 dijadikan Foreign Key pada relasi yang bersisi N.
PROYEK (NOPRO, … , NOBAG)
9. Setiap Binary Relationship 1 : N, dimana tipe Entity yang bersisi N mempunyai Participation Constraint partial, buatlah relasi baru dimana Primary Keynya merupakan gabungan dari Primary Key kedua tipe Entity yang berelasi.
PEKERJAAN (NOPEG, NOPRO, ……)

10. Setiap Binary Relationship M:N, buatlah relasi baru dimana Primary Keynya merupakan gabungan dari Primary Key kedua tipe Entity yang berelasi.
PEKERJAAN (NOPEG, NOPRO, …..)

11. Setiap Ternary Relationship, buatlah relasi baru dimana Primary Keynya merupakan gabungan dari Primary Key ketiga tipe Entity yang berelasi.
PEKERJAAN ( NOPEG, NOPRO , NOKOT)

12. Setiap tipe Weak Entity, dibuat suatu relasi yang memuat semua atributnya dimana Primary Keynya adalah gabungan dari Partial Key dan Primary Key dari relasi induknya (identifying owner).
TANGGUNGAN (NOPEG, NAMA, ….)

Hasil Transformasi dari Diagram ER ke Database Relasional :
Skema Database
PEGAWAI (NOPEG, NAPEG, ALM1, KDPOS,TGLLAH, UMUR, SUPERVISOR-ID, NOBAG)
BAGIAN (NOBAG, NABAG, LOKASI, MANAGER)
PROYEK (NOPRO, NAPRO, NOBAG)
LOKPR (NOPRO, LOKAPR)
PEKERJAAN (NOPEG, NOPRO, JAM)
TANGGUNGAN (NOPEG, NAMA, JNKELT,HUBUNGAN)

“Baca Juga Artikel Terkait Yang Lebih Keren Di Muh abdillah Blog”

0 komentar:

Blogger Template by Clairvo