Rabu, 05 Desember 2012

Belajar Visual Basic 37. Membuat Laporan Dengan Crystal Report


Bukan berarti setiap pembuatan laporan kita harus menggunakan Crystal Report. Tetapi ini merupakan pilihan masing-masing pembuat program. Kita bisa menggunakan data report. Atau membuat laporan dengan menggunakan preview dari internet Explorer juga bukanlah suatu masalah. 

Pertanyaanya sekarang adalah: apakah cukup cepat?, apakah cukup mudah?, mempunyai teknologi apa?, bisa diexport ke excel?, bisa memilih printer?, bisa menampilkan preview?, mendukung SQL?, dan lain-lain. Pertanyaan tersebut dijawab dengan baik oleh Crystal Report.

a)    Menggunakan crystal report 7
Diasumsikan anda sudah memiliki Crystal Report 7 terinstall di komputer.  alau belum, gunakan panduan berikut untuk installasi:
Yang harus kita lakukan adalah membuka “IDE” dari Crystal Report. Gunakan 32 Bit Crystal Report Designer > New Report > Standard. Dan sekarang kita ada pada window Standard Report Expert.
Standard Window Expert
b)    Menentukan Database
Langkah pertama dalam pembuatan laporan adalah menentukan data sumber yang akan kita gunakan. Sama dengan pembuatan program di VB, langkah pertama yang kita lakukan adalah menentukan data sumber (data source) dengan menggunakan perintah dim dbBarang as database.  Bedanya ini tidak dilakukan dengan menggunakan script code. Tapi menggunakan perintah yang berbasis GUI. Berikut adalah langkah-langkahnya:

Klik Data File
Pada layar Crystal Report Designer, klik perintah untuk menambahkan data source dengan mengklik tombol Data File

Mendaftarkan File dalam Crystal Report


Pilih database yang akan digunakan (contoh inventori.mdb)
Dari opsi yang muncul di window choose database file, pilih database inventori.mdb yang telah kita buat dengan Visdata sebelumnya.

Pilih Tabel yang akan digunakan (contoh: tbbarang) > Ok > Done
Setelah kita memilih database yang dimaksud, maka semua tabel yang ada dalam database tersebut akan muncul dalam window select tables. Perlu diperhatikan bahwa setiap mendaftarkan sebuah database dalam crystal report. Maka crystal report akan menyimpan skema dari database kedalam file reportnya (hanya skema, tidak termasuk data). 

Skema yang saya maksud disini adalah struktur dari databasenya, berapa jumlah tabel, nama-nama tabel, jumlah field, tipe-tipe data pada masing-masing field. Artinya jika terjadi perubahan dalam database, kita harus melakukan sinkronisasi dengan report yang kita buat. Sebaiknya sebelum membuat report, pastikan database yang kita gunakan sudah final, sehingga tidak perlu melakukan sinkronisasi lagi.

c)    Menentukan field yang akan dimunculkan
Setelah kita memilih database dan tabel yang akan digunakan, langkah selanjutnya adalah memilih field yang akan kita gunakan dalam report. Sekali lagi, langkah ini juga hampir sama dengan yang kita lakukan dalam VB. Hanya saja berbasis GUI.

Pilih field yang akan dimunculkan, kemudian tekan tombol add, misalnya field kode, nama, satuan, harga dan stok 
Field yang dimunculkan tergantung pada kebutuhan laporan yang akan kita buat, bukan berarti dalam membuat setiap laporan harus mengikutsertakan semua field yang ada dalam tabel. Ingat informasi adalah data yang berguna bagi si pemakai. Field-field yang tidak berguna bagi si pemakai tidak perlu didaftarkan karena justru akan kelihatan mengganggu nantinya.
 
Memilih field yang akan digunakan


Klik Preview Report untuk memunculkan laporan 
Langkah ini akan memindahkan modus crystal report dari modus design ke modus preview.
Preview Report

“Baca Juga Artikel Terkait Yang Lebih Keren Di Muh abdillah Blog”

2 komentar:

Blogger Template by Clairvo